5 November 2022

GAGAL MENANG PADA GAME PERTAMA IBL INDONESIA CUP, BERIKUT CATATAN PENAMPILAN BALI UNITED BASKETBALL SAAT BERSUA BIMA PERKASA JOGJA*

  • Bali United Basketball mengakhiri game pembuka fase grup IBL Indonesia Cup 2022 dengan hasil antiklimaks. Bermain di Sritex Arena, Solo pada hari Jumat (4/11) kemarin, skuad Tridatu Warriors mengakui keunggulan tipis Bima Perkasa Jogja 46-43.

Game ini berlangsung tidak mudah bagi Bali United Basketball. Pasalnya, selama empat kuarter, skuad racikan Anthony Garbelotto ini tidak mampu memegang kendali penuh.

Sebaliknya, seluruh kuarter sukses dikuasai oleh Bima Perkasa Jogja dengan keunggulan 12-9, 21-11, 31-29, dan 46-43 atas Bali United Basketball.

Tridatu Warriors bukannya tidak memberikan perlawanan. Beberapa kali upaya Abraham Wenas dan kolega sempat menyamakan angka dan membalikkan keadaan.

Namun sayang, momentum Bali United Basketball tersebut berhasil diputus oleh Ikram Fadhil cs. Sehingga Bima Perkasa Jogja mampu memenangkan game ini.

“Kami melawan tim yang cukup menyulitkan. Mereka (Bima Perkasa Jogja) selalu bekerja keras dan bermain sangat baik saat di turnamen IBL 3X3. Para pemain mereka juga tengah dalam kondisi yang baik. Bali United bermain dengan sangat keras, tetapi kami belum padu. Kami mendapat hasil yang pantas, karena kami tidak pernah memegang kendali di game. Mungkin kami punya momentum untuk mengejar. Namun, kami tidak bermain cukup baik,” ujar Coach Tony.

Secara umum, kedua tim sama-sama mengalami kesulitan untuk mencetak angka. Jika ditinjau dari catatan statistik, Bali United hanya mampu memasukkan 15 bola dari total 58 kali percobaan (25%).

Sementara itu Bima Perkasa Jogja sedikit lebih baik dengan memasukkan 19 bola dari total 51 percobaan (37%).

Namun, dalam urusan menambah angka melalui tembakan tiga poin, Bali United Basketball lebih baik dari sang rival. Total 15 poin ditorehkan oleh Tridatu Warriors dari 5/17 tripoin (18%).

Berbanding terbalik dengan Bima Perkasa Jogja yang hanya mampu memasukkan 1 tembakan tripoin dari 17 percobaan (5%).

Torehan tripoin bagi Bali United Basketball paling banyak disumbangkan oleh Sandy Febiansyakh. Pemain yang akrab Keceng tersebut mencetak 9 poin dari tembakan tiga angka.

Menariknya, sumbangan poin dari Keceng tersebut membuat kontribusi bench point Bali United Basketball cukup besar. Para pemain cadangan Tridatu Warriors memberikan kontribusi sebesar 23 poin.

Berkaca dari hasil negatif ini, pelatih kepala Bali United Basketball pun harus bekerja ekstra keras untuk membenahi sejumlah kekurangan tim.

“Akan butuh banyak usaha untuk mengangkat performa Bali United ke level yang lain. Maka dari itu kami ada di sini. Kami ada di sini untuk menyiapkan diri di IBL,” sambung Coach Tony.

Senada dengan sang pelatih, power forward Bali United Basketball, Neo Pande pun bertekad untuk lebih bekerja keras lagi pada gim selanjutnya. Sejumlah kesalahan yang terjadi melawan Bima Perkasa Jogja menjadi bahan evaluasi tim.

“Ada beberapa hal yang seharusnya kami lakukan tapi tidak kami lakukan seperti peluang di bawah ring tidak masuk. Namun, tidak ada alasan (untuk menyalahkan keadaan), kami harus lebih baik lagi untuk game selanjutnya,” pungkas Neo Pande.

Pada gim berikutnya lawan berat sudah menanti Bali United Basketball. Pelita Jaya Bakrie Jakarta menjadi rival kedua yang harus dihadapi oleh skuad Tridatu Warriors pada hari Minggu (6/11).

Tetap semangat Tridatu Warriors!

Related News


Tinggalkan Balasan